Knowledge Base
316 views 0 comments

Ini Tugas dan Kewajiban Agen Penjual Sukuk Negara!

by on 12/07/2017
 

Agen penjual berperan penting dalam penerbitan sukuk negara melalui bookbuilding.

Salah satu metode penerbitan sukuk negara dilakukan melalui bookbuilding. Apa itu? Bookbuilding adalah kegiatan penjualan sukuk negara kepada investor melalui agen penjual. Agen Penjual inilah yang akan mengumpulkan pemesanan pembelian dalam periode penawaran yang telah ditentukan.

Pemerintah pun telah menetapkan sejumlah persyaratan, tugas dan kewajiban agen penjual dalam Peraturan Menteri Keuangan 118/PMK.08/2008 tentang Penerbitan dan Penjualan Surat Berharga Syariah Negara dengan Cara Bookbuilding di Pasar Perdana Dalam Negeri. Apa saja ketentuannya?

Untuk menjadi agen penjual sukuk negara, ada sejumlah kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi. Diantaranya ijin usaha dari otoritas pasar modal Indonesia untuk melakukan kegiatan usaha sebagai penjamin emisi efek, punya pengalaman sebagai penjamin pelaksana emisi sukuk dalam mata uang rupiah dan anggota tim yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penjaminan pelaksana emisi sukuk.

Selain itu, sebagai agen penjual juga harus punya komitmen terhadap Pemerintah Republik Indonesia dalam pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan memiliki rencana kerja, strategi dan metodologi penjualan SBSN. Di sisi lain, agen penjual juga harus didukung oleh sistem informasi dan teknologi yang memadai untuk mendukung proses penerbitan SBSN.

Untuk menjadi agen penjual sukuk negara ini tentu harus melalui proses seleksi terlebih dulu. Seleksinya dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan. Nah, jika suatu lembaga keuangan sudah lolos seleksi sebagai agen penjual, maka akan ada lima tugas yang menyertainya.

Apa saja tugas dari agen penjual? Diantaranya adalah mengumumkan rencana penjualan SBSN kepada calon investor, melaksanakan penjualan sukuk negara, melakukan fungsi penjaminan emisi dalam penjualan SBSN sesuai dengan yang diperjanjikan, menyampaikan seluruh data penawaran penjualan sukuk, termasuk book-order, kepada Menteri c.q. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko dan mengumumkan hasil ketetapan penjualan SBSN kepada investor yang pemesanan pembeliannya mendapatkan penjatahan.

Sementara, agen penjual juga wajib untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai berikut: melakukan penjualan SBSN dengan tata cara penjualan SBSN sebagaimana diatur dalam Memorandum Informasi dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku; melaporkan dan menyampaikan seluruh hasil penawaran dari calon pembeli SBSN, termasuk book-order, kepada Menteri c.q. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko; memastikan pihak pembeli yang mendapatkan penjatahan memiliki kecukupan dana di bank dan/atau bank pembayar untuk pelaksanaan Setelmen dana ke rekening Pemerintah di Bank Indonesia; serta memastikan bahwa SBSN hasil penjatahan telah tercatat dalam rekening surat berharga investor.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment