Knowledge Base
345 views 0 comments

Ini Tiga Metode Penerbitan Sukuk Negara!

by on 13/07/2017
 

Penerbitan sukuk negara rutin dilakukan setiap tahun.

Dalam penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ternyata tidak setiap SBSN atau sukuk negara diterbitkan dengan metode yang sama. Pemerintah Indonesia setidaknya memiliki tiga alternatif metode penerbitan sukuk negara di pasar perdana. Apa saja? Simak disini, yuk!

  1. Bookbuilding

Metode bookbuilding dipakai dalam penerbitan sukuk global, sukuk ritel dan sukuk tabungan. Melalui metode ini, penawaran sukuk dilakukan via agen penjual atau joint lead manager yang ditunjuk oleh pemerintah melalui proses seleksi. Nantinya agen penjual yang akan menghimpun pemesanan pembelian investor dalam periode penawaran yang telah ditentukan.

  1. Lelang

Metode lelang adalah metode penerbitan sukuk negara yang rutin dilakukan oleh pemerintah setiap dua minggu sekali sesuai dengan jadwal penerbitan yang telah ditetapkan di awal tahun. Jenis sukuk negara yang diterbitkan lewat metode lelang adalah project based sukuk dan surat perbendaharaan negara syariah.

Lelang SBSN ini pun bisa diikuti oleh peserta Lelang SBSN yang sudah ditunjuk oleh pemerintah, Bank Indonesia, dan/atau Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sementara, untuk pihak selain peserta lelang juga diperbolehkan ikut lelang, hanya saja tetap harus melalui peserta lelang.

Nah, caranya adalah dengan mengajukan penawaran pembelian kompetitif dan/atau penawaran pembelian non kompetitif. Waktu lelang pun terbatas dalam suatu periode waktu penawaran pembelian. Biasanya lelang SBSN ini dilaksanakan hanya dua jam.

Pada waktu yang bersamaan, pemerintah akan menetapkan owner estimate atau yield yang akan digunakan sebagai harga acuan dalam rapat penentuan pemenang. Setelah itu, pemerintah dan BI akan mengadakan rapat penentuan pemenang lelang dan hasilnya akan diumumkan di website Kementerian Keuangan dan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.

  1. Private Placement

Penerbitan sukuk melalui metode private placement dilakukan secara bilateral antara investor dan pemerintah dengan ketentuan dan persyaratan yang disepakati bersama. Investor lembaga keuangan, LPS maupun individu bisa berinvestasi di sukuk negara melalui private placement dengan memenuhi syarat yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang private placement.

Nah, ada satu jenis sukuk negara yang selalu diterbitkan dengan metode private placement yaitu sukuk dana haji Indonesia. Penerbitan sukuk tersebut berdasar pada nota kesepahaman antara Kementerian Agama dan Kementerian Keuangan pada 2009 mengenai penempatan Dana Haji dan Dana Abadi Umat ke dalam instrumen SBSN.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment