Pasar Modal Syariah
600 views

Ini Strategi Pemerintah Kembangkan Obligasi Korporasi!

by on 24/10/2016
 

Iklim regulasi yang netral diperlukan untuk pengembangan obligasi korporasi.

Di tengah kondisi perekonomian global yang masih dibayangi risiko, pengembangan infrastruktur harus mengandalkan kapasitas domestik. Pembiayaan infrastruktur pun menjadi salah satu unsur penting yang perlu menjadi perhatian di tengah kondisi likuiditas domestik yang menurun.

Namun, proyek infrastruktur memiliki sifat yang unik, diantaranya membutuhkan biaya yang besar di awal serta umur konsesi proyek infrastruktur yang rata-rata sangat panjang, maka dari itu investasi dan pembiayaan proyek infrastruktur perlu dirancang dengan baik. Kendati demikian, di sektor keuangan Indonesia, pembiayaan berjangka panjang belum berkembang.

Saat ini belum banyak korporasi yang memanfaatkan pembiayaan berjangka panjang. Akibatnya terjadi maturity mismatch bagi pembiayaan infrastruktur yang masih didominasi oleh perbankan yang umur kewajibannya sebagian besar jangka pendek. Dengan perkembangan pengaturan di tingkat global (Basel III), dimana terdapat disinsentif pembiayaan jangka panjang oleh perbankan, maka pengembangan pembiayaan jangka panjang sangat penting untuk diprioritaskan kembali.

Diskusi Preheating International Forum on Economic Development and Public Policy, yang diselenggarakan akhir pekan lalu, kemudian menyimpulkan dangkalnya sektor keuangan tidak seyogyanya tidak menjadi penghalang untuk memulai penggunaan instrumen pasar modal seperti obligasi bagi pembiayaan infrastruktur maupun sektor strategis lainnya. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pendanaan jangka panjang adalah dengan menciptakan pasar obligasi korporasi bermata uang lokal dengan menekankan pada isu permintaan, penawaran, infrastruktur pasar dan regulasi.

Terkait permintaan terhadap dana, kebijakan pemerintah dapat diarahkan untuk menciptakan iklim kondusif bagi korporasi untuk mengakses dana terutama dari pasar modal. Selain itu, mengingat tingginya biaya dana, pemerintah juga mendorong peningkatan efisiensi sektor keuangan. Sedangkan, dari sisi suplai perlu dilakukan pendalaman pasar keuanga, institusi keuangan, kapasitas sumber daya manusia dan sektor yang dibiayai oleh sektor keuangan.

Salah satu instrumen yang perlu dikembangkan bagi pembiayaan pembangunan adalah obligasi bermata uang rupiah jangka panjang, terutama obligasi korporasi. Strategi pengembangan obligasi korporasi, diantaranya adalah menciptakan iklim regulasi yang netral antara obligasi korporasi dengan instrumen keuangan lainnya, meningkatkan kemudahan fiskal dan non fiskal bagi investor jangka panjang seperti industri keuangan non bank untuk berpartisipasi, serta bagi penerbit obligasi korporasi, khususnya BUMN infrastruktur.

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment