Knowledge Base
661 views 0 comments

Enam Karakteristik Sukuk yang Kamu Perlu Tahu

by on 03/05/2017
 

Sukuk punya beberapa karakteristik yang berbeda dengan obligasi konvensional. Apa saja?

Setelah memahami definisi sukuk sebagai surat berharga syariah, kini saatnya mengetahui lebih banyak tentang karakteristik sukuk. Meski sukuk memiliki karakteristik yang hampir serupa dengan instrumen obligasi, sukuk yang merupakan produk investasi syariah punya beberapa karakteristik yang membedakannya dengan obligasi konvensional.

Sukuk memiliki karakteristik...#AkuCintaKeuanganSyariah#PasarModalSyariah#JadiLebihBaik Click To Tweet

Nah, apa saja sih karakteristik dari instrumen investasi surat berharga syariah yang disebut dengan sukuk? Apa yang membuatnya berbeda dengan instrumen obligasi? Tim Aku Cinta Keuangan Syariah merangkum setidaknya ada enam karakteristik sukuk sebagai berikut:

1. Sukuk merupakan sertifikat bukti kepemilikan terhadap suatu aset atau hak manfaat yang diterbitkan oleh pihak penerbit sukuk (biasanya berupa korporasi, lembaga keuangan, atau pemerintah). Melalui sukuk ini, pemegang sukuk (investor) dapat menetapkan klaim atas hak dan kewajiban finansial yang direpresentasikan dalam sukuk.

2. Penerbitan sukuk memerlukan underlying asset sebagai dasar penerbitannya. Oleh karena itu, sukuk ini merepresentasikan kepemilikan bersama atas suatu aset (underlying aset) yang ditujukan untuk kepentingan investasi. Oleh karena itu, sukuk tidak merepresentasikan pemberian utang oleh investor kepada pihak penerbit sukuk.

Aset yang dapat digunakan sebagai underlying penerbitan sukuk dapat berupa aset berwujud seperti gedung atau tanah, hak guna, jasa, atau berupa kombinasi dari kesemua aset tersebut ditambah dengan intangible rights, hutang/piutang, dan aset moneter. Yang pasti, aset yang dijadikan sebagai underlying haruslah aset yang memenuhi kriteria syariah, ya.

3. Penerbitan sukuk maupun penggunaan dana yang terhimpun dari sukuk terbebas dari unsur riba, gharar dan masyir. Dalam setiap proses penerbitan sukuk haruslah sesuai dengan prinsip syariah dari awal sampai akhir. Transparansi dan akuntabilitas menjadi hal penting dalam penerbitan sukuk. Penerbit sukuk harus memberikan informasi sejelas-jelasnya di prospektus, sehingga investor dapat memahami tujuan, hak dan kewajiban di setiap penerbitan sukuk.

4. Penerbitan maupun perdagangan sukuk menggunakan skema akad syariah. Namanya juga instrumen investasi syariah, maka untuk transaksinya juga memakai akad syariah. Ada cukup banyak akad syariah yang bisa digunakan dalam penerbitan sukuk, baik yang berbasis jual beli, sewa menyewa, maupun bagi hasil. Akad yang biasanya dapat dipakai untuk penerbitan sukuk diantaranya murabahah, istishna, ijarah, wakalah, mudharabah.

5. Penerbitan sukuk dilakukan melalui special purpose vehicle (SPV), yang berperan sebagai intermediasi antara penerbit sukuk dan investor. SPV ini merupakan badan hukum yang didirikan khusus untuk penerbitan sukuk untuk transaksi pengalihan aset dan juga bertindak sebagai wali amanat untuk mewakili kepentingan investor.

6. Sama seperti instrumen investasi syariah lainnya, sukuk juga memberikan imbal hasil atau pendapatan berupa kupon, marjin, dan bagi hasil, sesuai dengan akad sukuk yang digunakan. Investor secara bersama-sama akan berbagi keuntungan yang dihasilkan (return) sesuai dengan yang dinyatakan dalam prospektus, dan berbagi kerugian sesuai dengan porsi kepemilikan sukuk.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment