IKNB Syariah
646 views

DSN MUI Sosialisasikan Sembilan Fatwa Baru

by on 21/03/2017
 

Total fatwa DSN MUI mencapai 109 fatwa.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) menyosialisasikan sembilan fatwa terbarunya. Setidaknya ada lima fatwa baru terkait perbankan syariah dan empat fatwa terkait non perbankan syariah. Dengan sembilan fatwa baru tersebut, maka secara total DSN MUI telah menerbitkan 109 fatwa.

Ketua DSN MUI Ma’ruf Amin mengatakan, sosialisasi fatwa terbaru dilakukan agar diketahui dan dipahami masyarakat kalangan industri keuangan syariah, regulator, akademisi dan pemerhati keuangan syariah. Fatwa itupun diharapkan dapat membantu menggerakkan industri keuangan syariah Indonesia, yang sejak 2014 sampai saat ini kondisi industri keuangan syariah mengalami perlambatan.

“Fatwa ini diharapkan dapat mendorong industri keuangan syariah melahirkan produk menarik dan kompetitif sehingga menjadi momentum untuk bertumbuh kembang sektor keuangan syariah di negeri ini terutama setelah dibentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah yang diketuai oleh Presiden Joko Widodo dan pencanangan agar Jakarta menjadi pusat keuangan syariah,” kata Ma’ruf dalam sambutannya, Selasa (21/3).

Wakil Ketua DSN MUI Adiwarman A Karim mengungkapkan, sembilan fatwa baru yang dikeluarkan DSN MUI merupakan permintaan dari industri. Di setiap fatwa yang dikeluarkan pun akan disebutkan siapa yang meminta fatwa. Misalnya fatwa mengenai akad al ijarah al Maushufah di al Dzimmah berasal dari permintaan industri yang sudah lama diajukan ke DSN MUI.

“Novasi subjektif, subrogasi dan penjaminan pengembalian modal pembiayaan mudharabah, musyarakah dan wakalah bil istitsmar merupakan permintaan industri, fatwa 106 yang ditunggu pelaku asuransi syariah, fatwa rumah sakit syariah diminta oleh Majelis Syuro Upaya Kesehatan Islam Indonesia, fatwa pariwisata syariah diminta pemerintah dan pembiayaan likuiditas jangka pendek diminta oleh BI,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BNI Syariah Imam T Saptono menyambut baik hadirnya fatwa DSN MUI terbaru. “Kami berharap dengan adanya fatwa-fatwa terbaru DSN MUI ini dapat membuat para pelaku keuangan syariah menjadi lebih terpacu dalam memberikan inovasi terbaru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, beberapa fatwa DSN MUI sudah menjadi kebutuhan mendasar dan pusat pertumbuhan baru untuk industri keuangan syariah ke depannya. “Berkembangnya bank syariah menuntut hadirnya inovasi juga. Diharapkan dengan fatwa ini dapat memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang,” ujar Imam.

Berikut adalah sembilan fatwa DSN MUI terbaru:
Fatwa Nomor 101/DSN-MUI/X/2016 tentang akad al ijarah al Maushufah di al Dzimmah
Fatwa Nomor 102/DSN-MUI/X/2016 tentang akad al ijarah al Maushufah di al Dzimmah untuk produk pembiayaan pemilikan rumah indent
Fatwa Nomor 103/DSN-MUI/X/2016 tentang Novasi subyektif berdasarkan prinsip syariah
Fatwa Nomor 104/DSN-MUI/X/2016 tentang Subrogasi berdasarkan prinsip syariah
Fatwa Nomor 105/DSN-MUI/X/2016 tentang penjaminan pengembalian modal pembiayaan mudharabah, musyarakah, dan wakalah bil istitsmar
Fatwa Nomor 106/DSN-MUI/X/2016 tentang wakaf manfaat asuransi dan manfaat investasi pada asuransi jiwa syariah
Fatwa Nomor 107/DSN-MUI/X/2016 tentang pedoman penyelenggaraan rumah sakit berdasarkan prinsip syariah
Fatwa Nomor 108/DSN-MUI/X/2016 tentang pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah
Fatwa Nomor 109/DSN-MUI/X/2016 tentang pembiayaan likuiditas jangka pendek syariah

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment