Bank Syariah
435 views

Dorong Pertumbuhan Bank Syariah dengan Tiga Hal Ini!

by on 10/05/2017
 

Ada tiga pilar yang bisa menjadi motor pertumbuhan industri perbankan syariah. Apa saja?

Perbankan syariah punya potensi yang menjanjikan apabila dilakukan berdasar strategi bisnis yang tepat. Presiden Direktur Karim Business Consulting Adiwarman A Karim mengatakan, untuk mendorong pertumbuhan industri dibutuhkan tiga hal yang bisa menjadi dasar pertumbuhan perbankan syariah.

Tiga pilar yang menjadi fokus utama pada regulasi baru bagi perbankan syariah yaitu terkait risk appetite referral, platform sharing dengan bank induk, serta penempatan deposito di atas 3 tahun. Menurutnya, tiga hal di atas berpotensi menjadi motor pertumbuhan industri perbankan syariah yang potensial sehingga bisa meningkatkan aset.

“Perbankan syariah dalam menilai tingkat risiko setidaknya memperhatikan dua target kunci, yaitu potensi terjadinya risiko dan dampak yang akan timbul ketika risiko muncul. Perbankan syariah harus memperhatikan risk appetite dalam melakukan kegiatan bisnis yang akan berdampak besar pada perusahaan,” jelasnya.

Menurut Adiwarman, potensi peningkatan aset akibat diterapkannya risk appetite referral yaitu nasabah yang tidak masuk pada risk appetite suatu bank syariah, maka dapat dirujuk ke bank syariah lainnya dengan risk appetite yang sesuai. “Dengan risk appetite referral ini berpotensi meningkatkan aset hingga Rp 53,2 triliun,” cetusnya.

Sementara, pilar kedua adalah platform sharing dengan bank induk. Hal ini dilakukan agar bisnis bank konvensional dan bank syariah tidak tumpang tindih. Ia mengutarakan, pada tahap awal integrasi, capital expenditure (capex) mungkin akan meningkat tapi seiring waktu jumlahnya akan menurun seiring dengan realisasi sinergi.

“Kalau bisa melakukan platform sharing, capex akan turun, rasio biaya operasional turun, rasio kecukupan modal dan profit akan naik, sehingga akan menjadi high aset. Maka dari itu, kami juga meminta OJK agar transaksi antar induk dan anak zero pricing jadi nggak keluar biaya untuk bayar pajak,” pinta Adiwarman.

Menurut Adiwarman, salah satu bank syariah yang sukses menerapkan platform sharing dengan bank induk adalah BNI Syariah. Secara keseluruhan, jika platform sharing dengan induk diterapkan, maka berpotensi meningkatkan aset hingga Rp 67,5 triliun.

Selanjutnya, untuk mencapai capital needs dengan capital-like injection dibutuhkan pilar ketiga, yaitu penempatan deposito di atas 3 tahun sampai dengan 50 persen sebagai quasi equity. Pertumbuhan aset bank syariah dari pilar ini diperkirakan dapat menyumbang aset sampai Rp 87,4 triliun.

“Ada dua opsi penempatan dana yang bisa didepositkan ke bank syariah, yakni penempatan yang dilakukan oleh bank induk terhadap bank syariah dengan syarat penempatan tersebut berbentuk deposito berjangka lebih dari 3 tahun dan penempatan dana haji juga dalam bentuk deposito berjangka lebih dari 3 tahun. Dengan cara ini insya Allah bank syariah bisa tumbuh lebih cepat,” paparnya.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment