Pasar Modal Syariah
2976 views

Cara Jadi Kaya melalui Pasar Modal Syariah

by on 27/03/2017
 

Grup Pasar Modal Syariah di Whatsapp dan Telegram kembali mengadakan kopi darat dan seminar investasi syariah. Kali ini di Jogjakarta.

Grup ini adalah komunitas peminat Pasar Modal Syariah yang dibina melalu media sosial oleh Direktorat Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan (DPMS OJK) dengan anggota di grup Whatsapp dan Telegram, total sekira 1000 anggota ini kembali mengadakan kopi darat dan seminar investasi syariah di Hotel Phoenix, Jogjakarta pada 25 Maret 2017.

Selain bersilaturahim, peserta kopi darat kali ini juga mendapat ilmu seputar dunia investasi Pasar Modal Syariah, sekaligus membuka rekening baik saham syariah maupun reksa dana syariah.

Dihadiri, tak kurang dari 100 orang, semianr ini memperkenalkan prinsip dasar investasi di Pasar Modal Syariah, keuntunganb, hingga tata cara dan perihal teknis lainnya.

Diawali dengan materi mendasar Pasar Modal Syariah dan regulasinya. Kepala Bagian Informasi dan Hubungan AntarLembaga Direktorat Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan (DPMS OJK), Dien Sukmarini memulai materinya dengan uraian mengapa kita perlu berinvestasi? Menurut Dien, investasi saat ini seharusnya dilakukan, salah satunya karena nilai mata uang yang kita pegang tergerus seiring waktu. Makin hari, nilai uang yang kita miliki semakin menurun dibandingkan harga kebutuhan.

Sementara, dalam Islam, kita diajarkan untuk menghasilkan generasi terbaik. Hal mana diperintahkan oleh Allah SWT pada surat An Nisa ayat 9: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”.

Sementara investasi telah menjadi kebutuhan saat ini. Ada juga oknum-oknum yang memanfaatkan kebutuhan masyarakat tersebut. Dien menyebutkan, pada 2016 terdapat 430 modus investasi bodong. Sebanyak 90% dari modus tersebut adalah investasi yang tidak memiliki izin dari negara, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berhak menerbitkannya. Sisanya, 10% perusahaan yang menawarkan investasi, hanya memiliki izin SIUP dan TDP, sedangkan izin melakukan kegiatan investasi, tidak.

Dien mengingatkan, salah satu cara yang kentara dalam memikat calon nasabah investasi bodong adalah menawarkan imimng-iming imbal hasil yang tinggi. Plus, janji pasti untung. Jadi, misalnya ada iming-iming, “Pasti Untung 50%” dan sebagainya. Nah, jika ada penawaran investasi seperti itu, kemungkinan besar bodong.

Pemateri lainnya, Hery Gunawan Muhammad, Kepala Divisi Syariah First Asia Capital menyambut baik minat para peserta kopi darat dan seminar investasi syariah hari itu. Menurutnya, peserta telah mengambil keputusan yang tepat untuk menjadi investor. “Investor adalah mereka yang selalu berfikir positif”, kata Hery dala slide-nya. Berpikiran positif, salah satunya adalah percaya bahwa masa depan akan lebih baik.

Menurutnya, ada beberapa cara untuk menjadi kaya, pertama, menjadi pengusaha dan bekerja keras sekali. Kedua, berinvestasi saham di Pasar Modal Syariah. Investasi di Pasar Modal, menurutnya adalah salah satu cara investasi yang paling mudah, murah, aman, nyaman, dan terukur.

Nah, khusus cara jadi  kaya melalui pasar modal syariah, Hery menerangkan cara-caranya.  Tata cara dan persyaratan menjadi investor saham. Juga perbedaan antara menjadi trader dan investor, perbedaan analisa fundamental dan teknikal, dan sebagainya seputar investasi saham.

Jadi kaya melalui Pasar Modal Syariah, insyallah berkah! Click To Tweet

Pemateri berikutnya adalah Andriyanto dari Lautandhana Investment Management. Menurut Andriyanto, investasi di Reksa Dana memiliki banyak kelebihan, yaitu, dikelola secara profesional, banyak pilihan produknya, investasi minimum cenderung murah, likuid, dapat dicairkan dalam maksimum 7 har kerja, bukan objek pajak, dan sebagainya.

Bagi yang baru mengenal Reksa Dana, Andriyanto memaparkan jenis-jenis Reksa Dana, yaitu pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Dari empat jenis reksa dana tersebut, pasar uang adalah yang paling konservatif dengan imbal hasil terindikasi antara 5-7% pertahun, sedangkan reksa dana saham adalah yang paling agresif dengan indikasi imbal hasil 15-18% per tahun.

Rasanya terlalu panjang untuk diuraikan di sini. Ingin tahu cara jadi kaya melalui pasar modal syariah? Ya, Kamu bisa mengunduh materi dari tiga pembicara tersebut sekaligus, dengan mengisi form di bawah ini. Setelah Kamu klik “Unduh”, file zip akan terunduh dengan sendirinya.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment