Bank Syariah
111 views

BNI Syariah Cetak Laba Rp246 Miliar, Laba Bersih Kuartal III Naik 14,6% Persen

by on 19/10/2017
 

BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp246 miliar pada kuartal III-2017, tumbuh 14,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016 yang tercatat Rp215 miliar.

“Pertumbuhan laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan dan kontribusi komposisi rasio dana murah serta efisiensi operasional yang juga terus terjaga,” kata Plt Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo.

Pertumbuhan aset secara year on year (yoy) tercatat naik sebesar 19,4 persen dari Rp 26,8 triliun pada September 2016 menjadi sebesar Rp 32,0 triliun. Pertumbuhan aset tersebut didorong oleh pertumbuhan pada pembiayaan BNI syariah sendiri per September 2017 tumbuh 15,3 persen, dari Rp19,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp22,5 triliun dan dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah per September 2017 mencapai Rp27,6 triliun, tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp22,8 triliun..

Dari total pembiayaan sebesar Rp 22,5 triliun tersebut, didominasi pembiayaan segmen konsumer yang komposisinya mencapai 52,7 persen,dimana sebagian besar portofolio didominasi oleh produk Griya iB Hasanah sebesar 84,9 persen. disusul pembiayaan Ritel Produktif/SME sebesar 21,8 persen, pembiayaan komersial sebesar 18,1 persen, pembiayaan mikro sebesar 5,9 persen, dan kartu pembiayaan Hasanah Card 1,5 persen. Khusus pembiayaan konsumer, sebagian besar portofolio didominasi oleh produk Griya iB Hasanah yang mencapai 84,9 persen.

Sedangkan pertumbuhan masing-masing segmen, pembiayaan komersial naik 10,6 persen, segmen kecil dan menengah tumbuh 26,5 persen, pembiayaan mikro naik 16,6 persen, dan Konsumer naik 13,7 persen. Sedangkan pembiayaan Hasanah Card justru minus 10,8 persen.

Sedangkan porsi dana murah (CASA) dalam DPK meningkat dari 47,4 persen menjadi 48,7 persen. Dengan pertumbuhan pembiayaaan dan DPK tersebut, aset BNI Syariah tumbuh 19,4 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp26,8 triliun.

Over all kami aset secara year to date sudah 101 persen. Sedangkan DPK kami year to date 105,54 persen, dan pembiayaan 98,5 persen. Kenapa demikian, karena pada dua bulan terakhir kami strategi lebih prudent. Karena suasana saat ini agak kurang kondusif. Kami melakukan konsolidasi di kuartal III ini,” jelas Firman dalam Paparan Kinerja Kuartal III di Kantor Pusat BNI Syariah, Jakarta, Kamis 19 oktober 2017.

Firman mengutarakan “Semua tumbuh kecuali Hasanah Card. Yang paling banyak murabahah 72,6 persen tetapi dalam perkembangan selanjutnya kami tidak hanya murabahah, ada muqayyadah, ada musyarakah mutanaqisah (MMQ) itu pengembangan jenis pembiayaan.”

Hal ini diperkuat oleh keterangan Plt Direktur Bisnis BNI Syariah Dhias Widhiyati dimana mengutarakan pembiayaan Hasanah Card memang mengalami penurunan kurang lebih 10,8 persen (yoy) dan 8,3 persen (ytd). “Kemarin kami tidak terlalu fokus untuk garap Hasanah Card. Tapi kuartal III kami berusaha memperbaiki potitioning Hasanah Card yang kami labeli syariah card. Ini kartu pembiayaan untuk para traveler yang akan wisata halal serta haji dan umrah,” kata Dhias.

Akan tetapi pertumbuhan kinerja yang positif tersebut tidak lepas dari peran BNI sebagai induk perusahaan. Bentuk sinergi BNI Syariah dengan BNI di antaranya Syariah Channelling Outlet (SCO) di mana nasabah BNI Syariah dapat melakukan transaksi syariah di 1.490 kantor cabang BNI.Selain itu, bersama BNI Incorporated melaksanakan pembiayaan bersama atau supply chain financing infrastruktur, Haji dan Umrah Business, serta event bersama lainnya,” Ujar Firman.

 

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment