Bank Syariah
763 views

Berkat Wanita Luar Biasa dan Bank Syariah, InsyaAllah Selangkah Lagi Raih Cumlaude di Bangku Kuliah

by on 02/09/2015
 

Berbekal amanah dari seorang ayah membuat wanita yang kerap di sapa pahlawan oleh anak-anaknya mampu menunjukkan kepada orang sekelilingnya bahwa single parent juga bisa. Pasalnya, pada 7 Januari 2008 lalu, sebutan ayah yang dulunya sebagai tulang punggung keluarga tak lagi memberi nafkah kepada anak-anaknya, bukan karena persoalan rupiah melainkan nyawa yang terpanggil oleh sang pencipta. Kala itu, saya masih berumur 13 tahun, kepolosan masih sangat tampak dari raut wajah, namun seusia itu saya sudah harus berfikir dewasa.

Kata kehilangan sangat terasa, rasa sesal sudah pasti ada, hingga putus sekolah telah terlintas dibenak saya. Yaa karena amanah, satu alasan yang membuat ibu saya berkata “Apapun yang terjadi, kamu harus tetap sekolah!”, karena itu adalah pesan terakhir ayah saya. Kegigihan dan tanggungjawab seorang ibu yang luar biasa rupanya tidak mematahkan semangat saya untuk kuliah. Pikirnya di awal masuk kuliah, selalu terbayang , siapa yang akan memberi? Ke mana saya meminta? Ayah sudah tiada, ibu sudah tak kerja. Namun dibalik itu, saudara saya bercerita, sisa hasil jualan kebun, ternyata ibu membuka usaha tanpa sepengetahuan saya.

Usaha yang dirintis ibu saat itu adalah roti dan kue kering yang dibantu oleh saudara perempuan saya. Hasil usaha itulah yang mengantarkan saya sampai di semester dua. Sebelum ibu menjual 2 hektar kebun itu, saudara saya sempat menyampaikan kalau ibu sudah menggeluti usaha ini di tahun 2011, namun karena persoalan modal, usaha masih standar dan kapasitas produksipun juga pas-pasan. Datanglah seorang teman sebaya ibu, dia menyarankan untuk mengambil kredit di salah satu bank konvensional di Palopo. Ibu saya mencoba, ternyata bank mensyaratkan adanya agunan dan pada saat itu tidak ada yang bisa kami jaminkan, karena harta ludes terjual. Apa yang terjadi? “Ajun Bakery” yang merupkan judul proposal bisnis yang saya rancang, saya coba ajukan ke lembaga pembiayaan yaitu pembiayaan syariah.

Sasaran proposal saya pada saat itu adalah Bank Syariah Mandiri yang berlokasi di kota Palopo melalui produknya bernama KUR Bank Syariah Mandiri. Pihak bank memang tidak mensyaratkan adanya proposal karena KUR Bank Syariah Mandiri untuk UMKM hanya meminta identitas dan melihat usaha calon debiturnya. Demi meyakinkan pihak kreditur, saya menyarankan ibu menyerahkan proposal itu, agar dana yang diberikan sesuai dengan yang kami butuhkan. Akhirnya, kurang lebih dua minggu kredit KUR Bank Syariah Mandiri cair dengan dana awal Rp 24 juta.

Dengan adanya tambahan modal, ibu bisa melanjutkan usaha roti dan kue keringnya. Keuangan syariah melalui KUR Bank Syariah Mandiri menjadi pilihan kami waktu itu, karena kami yakin bisnis ini bisa tumbuh dan berkembang bersama syariah. Hingga pertengahan 2015, ibu sudah memiliki 8 karyawan dan telah memasarkan produknya di 3 provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Tengah, dan Tenggara.

Selain karyawan, omzet juga pastinya terus bertambah, apalagi di hari raya seperti idul fitri, idul adha, natal, waisak, dan hari-hari besar lainnya kapasitas produksi ditingkatkan dan rata-rata omzet yang diperoleh jika hari besar bisa mencapai 60 juta sebulannya. Apa yang saya rasakan sekarang? Berkat wanita luar biasa dalam hidup saya, yang tak pernah menyerah apalagi putus asa, saya bisa mengenyam pendidikan tinggi di bangku kuliah. Alhamdulillah, sekarang sudah berada di semester akhir dan sampai sekarang IPK masih 4,00. Berkat wanita luar biasa dan Bank Syariah, Insya Allah selangkah lagi raih cumlaude di bangku kuliah.

Oleh: Akbar Tanjung
URL: http://akbartanjungworld.blogspot.com/2015/09/berkat-wanita-luar-biasa-dan-bank_1.html

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment