Pasar Modal Syariah
1083 views

Berhentilah Merokok Demi Impian Naik Haji

by on 19/07/2016
 

Seandainya Rp200 ribu jatah rokok per bulan diinvestasikan pada reksa dana syariah saham, dalam 10 tahun, terkumpul Rp50 Juta.

Sebaik Baik Manusia Adalah yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”

Maka, memiliki impianpun sebaiknya yang lebih bermanfaat bagi orang lain. Tidak disangka, beberapa artikel peserta lomba blog keuangan syariah mengisahkan impian yang lebih bermanfaat bagi orang lain.

Impian-impian tersebut seperti membangun pusat laktasi dan indonesia murabaha store, sebuah toko dengan konsep murabahah (jual beli dengan tambahan).

Kami sendiri menyontohkan impian 10 tahun lagi malah bukan yang seperti itu. Misalnya, naik haji, menikah, kuliah lagi, beli rumah, dan wisata ke Eropa. Sebagaimana bisa dilihat di landing page lomba blog investasi syariah.

Impian yang lebih bermanfaat tersebut, tentu sejalan dengan filosofi ekonomi syariah. Menginspirasi juga tentunya.

***

Nurul Islamirisya, bloger dari Gresik, Jawa Timur membuat artikel berjudul  Investasi Syariah untuk Mewujudkan Mimpi Mencerdaskan Bangsa Sedari Dini. Impiannya untuk 10 tahun lagi adalah membangun sebuah pusat lakrasi.

“Saat ini saya mengadakan konseling one by one. Tatap muka satu per satu. Tentunya dengan metode ini sedikit sekali ibu yang terdidik masalah ASI. Saya masih ingin memiliki sebuah lactation center, yaitu sejenis klinik laktasi. Di sana ibu-ibu di kampung saya bisa belajar mengenai ASI sebelum bayinya lahir, konsultasi kesulitan dan masalah yang dihadapi selama menyusui. Setidaknya ini impian saya 10 tahun lagi.

Setelah menimbang-nimbang risiko dan jangka waktu investasi akhirnya saya mantab memilih Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap dari suatu Manajer Investasi yang merupakan anak perusahaan sekuritas bank terkemuka di Indonesia. Dimulai dari dana awal 100 ribu rupiah yang dapat ditop up (ditambah) kapanpun. Semoga 10 tahun lagi saya bisa mewujudkan impian saya membangun Lactation Center. Doakan, ya!”, begitu kisah Nurul di blognya.

Nurul memaparkan apa dan mengapa investasi syariah dengan cukup panjang, disertai infografis dan gambar ilustrasi.

***

rizaliyang

Rizal Setiawan, bloger lulusan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia membuat artikel berjudul Indonesia murabaha Store; Impianku 10 Tahun Lagi.

Indonesia murabaha store adalah perusahaan pembiayaan berbasis syariah, dengan menggunakan skema Murahabah. Skema murabahah ialah jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Pembayaran atas akad jual beli dapat dilakukan secara tunai maupun kredit. Satu hal yang membedakan murabahah dengan jual beli lainnya adalah penjual harus memberitahukan kepada pembeli harga barang pokok yang dijualnya serta jumlah keuntungan yang diperoleh.

“Perusahaan pembiayaan berbasis akad murabahah ini insya Allah nantinya akan memiliki nama Indonesia Murabaha Store. Indonesia Murabaha Store inilah yang akan membantu masyarakat yang menginginkan pemenuhan kebutuhan barang, baik itu elektronik maupun kebutuhan rumah tangga atau kendaraan bermotor dengan menggunakan skema pembayaran kredit/angsuran secara syariah, menggunakan akad murabahah. Dengan hadirnya Indonesia Murabaha Store, diharapkan bisa menjadi penyeimbang ditengah maraknya lembaga kredit konvensional di masyarakat kita saat ini”, kata Rizal di blognya.

Ia menyatakan membutuhkan modal di kisaran  Rp500 juta.  Uang sebanyak itu akan dikumpulkannya melalui investasi syariah Rp 2 Juta per bulan selama 10 tahun. Pilihan jatuh ke reksadana syariah saham, karena hasil investasi atau return reksadana syariah saham lebih besar dari jenis reksadana lainnya.

***

Tri Yuwono, bloger yang juga anggota grup Whatsapp Pasar Modal Syariah membuat artikel yang cukup menggelitik, Sedikit Nasihat bagi Seorang Perokok Agar Bisa Mewujudkan Impian Naik Haji dengan Investasi yang Amanah.

Memang, mimpinya adalah naik haji untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Tapi, nasehatnya untuk perokok, ini yang menarik.

“Hitungan sederhana untuk mewujudkan rencana kita naik haji 10 tahun lagi, misalkan tiap bulan (30 hari) kita mengeluarkan uang  Rp 200.000,00 untuk beli rokok. Kalo mulai saat ini juga kita bisa berhenti merokok dan mulai mengalokasikan uang sebesar Rp 200.000,00 untuk investasi syariah beli jenis reksadana saham syariah di pasar modal syariah maka dengan perkiraan imbal hasil rata-rata reksadana syariah saham sebesar 15% dalam jangka waktu investasi 120 bulan (10 tahun) kita sudah bisa bayar uang muka daftar haji untuk suami istri (bagi yang sudah berkeluarga) sebesar Rp 50.000.000,00 dari hasil investasi syariah jenis reksadana saham syariahnya”, kata Tri dalam blognya.

Baik Tri Yuwono maupun Rizal Setiawan, terlihat proaktif menyosialisasikan artikelnya di media sosial. Terima kasih, karena hal tersebut secara tidak langsung membantu sosialisasi lomba blog ini.

***

Prima Mari Kristanto,SE,Ak, bloger dari Lamongan, Jawa Timur bermimpi sekolah ke Eropa. Bukan untuk dirinya tapi anaknya. Akuntan alumni Universitas Airlangga yang juga investor di pasar modal ini, membuat artikel Saham Syariah Bekal Belajar ke Eropa.

“Dengan izin Allah SWT anak saya sepuluh tahun yang akan datang terbang ke Eropa menempuh pendidikan tinggi dengan bekal dana hasil investasi dan ilmu investasi di pasar modal syariah. Saya harapkan anak saya berhasil dalam studinya di Eropa dan berhasil mengelola portofolio investasi syariah dengan ilmu investasi yang saya turunkan kepadanya. Mewujudkan generasi Indonesia yang cerdas ilmu pengetahuan, iman, taqwa dan cerdas investasi di pasar modal syariah”, kata Prima di blognya.

***

Ini, keragaman topik di lomba blog investasi syariah dari OJK Click To Tweet

Ini sebagian dari keragaman topik di lomba blog investasi syariah. Menyelenggarakan lomba semacam ini, membuat kita mengetahui, apa yang ada di pikiran netizen tentang pasar modal syariah. Sampai sejauh mana netizen memahami pasar modal syariah.

Untuk membaca keragaman topik-topik lainnya, bisa lihat daftar artikelnya di kategori lomba blog keuangan syariah.

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment