Pasar Modal Syariah
117 views

Bagaimana Memilih Reksa Dana Syariah yang Oke?

by on 19/06/2017
 

Memilih reksa dana syariah bisa dilihat dari kinerja historisnya.

Ada begitu banyak produk reksa dana syariah di pasar. Hal ini bisa jadi akan bikin bingung buat kamu yang ingin berinvestasi di reksa dana syariah. Apalagi buat investor pemula yang tentu masih awam dengan produk investasi reksa dana syariah mungkin akan dibuat pusing dengan puluhan produk reksa dana syariah.

Banyak pertanyaan yang mungkin muncul saat ingin memilih reksa dana syariah. Apakah memilih reksa dana syariah yang oke ditentukan dari melihat kinerja historisnya, dari nilai aktiva bersih, atau dari jumlah dana kelolaan manajer investasi? Bagaimana cara mudah untuk memilih reksa dana syariah?

Head of Corporate Secretary & Business Support Mandiri Manajemen Investasi Mauldy R Makmur mengatakan, dalam memilih reksa dana syariah dapat dilihat dari kinerja historis imbal hasil reksa dana syariah tersebut. “Reksa dana yang bagus yang mana? Itu adalah dilihat dari kinerjanya,” katanya dalam Talkshow Ramadhan Saatnya Hijrah Investasi Syariah, akhir pekan lalu.

Di sisi lain, menurutnya, besar kecilnya suatu nilai aktiva bersih reksa dana syariah tidak menentukan produk reksa dana itu bagus atau tidak. Otoritas Jasa Keuangan telah menentukan nilai aktiva bersih reksa dana syariah yang baru lahir adalah sebesar Rp 1000. Jadi bukan berarti reksa dana syariah yang baru diluncurkan itu tidak bagus.

“Begitu hari berikutnya, nilai aktiva bersih reksa dana yang baru itu akan berubah karena sesuai dengan aset yang ada di dalam reksa dana. Reksa dana yang bagus adalah dilihat dari kinerjanya. Sementara, kalau dana kelolaan hanya menunjukkan manajer investasi sudah dipercaya oleh investor berapa banyak,” papar Mauldy.

Nah, kamu bisa melihat kinerja historis imbal hasil reksa dana syariah sebagaimana terpapar di fund fact sheet. Kinerja historis bisa dilihat mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 1 tahun, 3 tahun, hingga sejak reksa dana syariah diluncurkan. “Kinerja historis ini bisa menjadi patokan bagi investor bagaimana manajer investasi mengelola dananya,” jelasnya.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa kinerja historis suatu reksa dana syariah hanya menunjukkan kinerja di masa lalu. Hal tersebut tidak mencerminkan kinerja imbal hasil reksa dana syariah di masa mendatang, sehingga investor harus mengetahui pula risiko investasi di reksa dana syariah.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment