IKNB Syariah
329 views

Asuransi Syariah Indonesia Berada di Tepi Jurang

by on 12/06/2017
 

Pertumbuhan asuransi syariah Indonesia tertahan.

Industri asuransi syariah di Indonesia memiliki potensi besar untuk lebih berkembang di masa mendatang. Dengan potensi mayoritas masyarakat muslim dan masih rendahnya penetrasi asuransi membuka peluang bagi industri asuransi syariah untuk lebih maju.

Presiden Direktur Karim Business Consulting Adiwarman A Karim mengatakan, pasar di Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik bagi para perusahaan asuransi termasuk asuransi syariah. Hal ini dikarenakan masih rendahnya penetrasi pasar di bidang asuransi dan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 255,9 juta jiwa.

“Selain itu, penetrasi asuransi di Indonesia masih sekitar 7,5 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Hal ini dapat menjadi peluang yang sangat besar bagi perusahaan-perusahaan asuransi terutama asuransi syariah untuk terus berkembang di Indonesia,” ujarnya dalam Karim Awards 2017 Industri Keuangan Non Bank Syariah, Senin (12/6).

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan industri asuransi syariah Indonesia saat ini, yaitu posisinya yang kini tengah berada di tepi jurang (chasm) untuk menuju pertumbuhan yang lebih pesat. Ia mengutarakan, ada lima ciri chasm, yaitu melambatnya pertumbuhan aset, risk based capital yang lebih rendah, nilai klaim yang tinggi, surplus underwriting yang lebih kecil dan penghimpunan premi yang juga kecil.

“Dari kajian data yang ada tiga poin terpenuhi, sedikitnya tiga dari lima ciri-ciri chasm sudah dialami asuransi syariah, karena itu kami mengambil kesimpulan sekarang asuransi syariah berada di tepi jurang (chasm). Saat ini asuransi syariah masuk pada chasm,” tukas Adiwarman.

Posisi asuransi syariah yang berada di tepi jurang tersebut, lanjut Adiwarman, telah membuat pertumbuhan asuransi syariah tertahan. “Karena itu bagaimana membuat asuransi syariah ini masuk ke mainstream sehingga pertumbuhan asuransi syariah bisa sebesar industri asuransi konvensional,” jelasnya.

Penetrasi asuransi di Indonesia masih sekitar 7,5% Click To Tweet

Menurut Adiwarman, aset asuransi syariah dan reasuransi syariah pada akhir 2015 tidak lebih baik dibandingkan asuransi dan reasuransi konvensional kecuali pada asuransi umum syariah. Baru pada akhir 2016 pertumbuhan aset asuransi dan reasuransi syariah tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya dan lebih baik jika dibandingkan dengan asuransi dan reasuransi konvensional.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment