IKNB Syariah
560 views

Asuransi Mikro : Cara Efektif Lindungi Rumah dan Usaha

by on 05/07/2015
 

Musibah seperti kebakaran, erupsi gunung berapi ataupun kerusuhan memberikan duka bagi para korban. Duka tersebut tidak hanya menyelimuti hati para korban pada saat kejadian namun juga setelah kejadian musibah tersebut berlangsung. Kesedihan tersebut muncul karena musibah tersebut umumnya meninggalkan oleh- oleh berupa dampak negative musibah. Dampak negatif yang ditimbulkan antara lain gangguan kesehatan, penurunan produktivitas karena masyarakat tidak bisa bersekolah dan bekerja serta kerugian finansial. Setiap manusia memiliki resiko untuk mengalami musibah tersebut, namun sayangnya kita tidak bisa mengetahui apakah kita akan mengalami musibah tersebut. Jikalau iya, kita juga tidak mengetahui kapan musibah tersebut mungkin akan datang menghampiri. Merujuk pada besarnya dampak negative yang dapat ditimbulkan, apakah kita akan berdiam diri tanpa upaya untuk mengatasi resiko musibah tersebut?

                Tentu sebagai manusia yang dianugerahi akal oleh Tuhan, kita akan menjawab “TIDAK”. Kita perlu mengusahakan upaya untuk mengatasi masalah tersebut baik dengan melakukan tindakan pencegahan aktivitas yang dapat meningkatkan resiko musibah ataupun melakukan persiapan untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan. Tulisan ini akan membahas salah satu upaya untuk mengurangi dampak negative yang ditimbulkan oleh musibah melalui asuransi kerugian. Tapi kita tidak membahas seluruh asuransi kerugian yang terdapat di Indonesia, penulis hanya akan berfokus pada asuransi mikro kerugian yang diperuntukan bagi saudara kita setanah air yang memiliki keterbatasan dana.

Pertama mari kita berkenalan dahulu dengan asuransi kerugian, sebelum mempelajari asuransi mikro kerugian. Asuransi kerugian merupakan asuransi yang diperuntukan untuk melindungi resiko kerugian selain jiwa dan kesehatan seperti resiko kerugian pada kendaraan, rumah tinggal ataupun usaha.  Sebagai contoh, apabila kendaraan yang diasuransikan mengalami pencurian yang kondisinya tidak melanggar polis maka pemilik kendaraan akan memperoleh ganti rugi dari perusahaan asuransi atas kerugian tersebut. Dari contoh diatas dapat dikatakan bahwa pengajuan kerugian yang kita ajukan ke perusahaan asuransi akan diganti asalkan kerugian tersebut sesuai dengan kriteria kerugian yang tertera pada polis asuransi[1].

Teruntuk saudaraku setanah air yang memiliki keterbatasan dana, kalian tidak perlu merasa kuatir karena Otoritas Jasa Keuangan bekerja sama dengan perusahaan- perusahaan asuransi di Indonesia telah meluncurkan asuransi mikro pada tahun 2014. Asuransi mikro adalah asuransi yang memiliki karakteristik Sederhana, Mudah, Ekonomis dan Segera (SMES).

  1. Sederhana artinya asuransi ini memiliki polis, fitur dan proses administrasi yang sederhana sehingga mudah dipahami. Berbeda dengan asuransi konvensional yang memiliki polis berlembar- lembar, polis asuransi mikro hanya berbentuk sertifikat atau voucher 2 lembar. Sehingga isi ketentuan di dalam polis asuransi mikro juga sederhana. Selain isi ketentuan, polis asuransi mikro juga menggunakan bahasa yang sederhana sehingga maksud dari polis asuransi tersebut dapat dipahami dengan mudah.
  2. Mudah artinya produk asuransi ini dapat dengan mudah ditemui di lingkungan masyarakat umum seperti lembaga keuangan mikro, kantor pos, pegadaian, koperasi dan minimarket.
  3. Ekonomis artinya produk asuransi ini memiliki nominal premi yang terjangkau. Merujuk pada informasi pada website asuransi mikro Indonesia, premi asuransi mikro adalah Rp 50.000,- untuk setahun.
  4. Segera artinya proses pembayaran klaim kerugian ditangani secara cepat. Santunan kerugian harus diterima oleh pemilik asuransi dalam jangka waktu maksimal 10 hari setelah pelaporan ke perusahaan asuransi.

Walaupun asuransi mikro memiliki nominal premi yang rendah, namun asuransi mikro menawarkan uang pertanggungan[2] yang lumayan bagi saudara setanah air yang memiliki keterbatasan dana. Salah satu contoh adalah produk asuransi Rumahku. Produk asuransi Rumahku memberikan santunan hingga Rp 5 juta bagi pemilik rumah, Rp 500 ribu bagi penyewa rumah, dan santunan duka Rp 5 juta bagi ahli waris apabila rumah yang diasuransikan mengalami kebakaran. Santunan kerugian tersebut amat berarti untuk mengurangi dampak kerugian finansial yang ditimbulkan dari musibah.

Namun kalian perlu memahami bahwa perlindungan asuransi tersebut diberikan selama polis asuransi mikro yang dimiliki aktif. Asuransi mikro umumnya memiliki masa aktif perlindungan selama 1 tahun. Sebagai contoh: Saudara yang membeli asuransi Rumahku pada bulan 18 Juni 2015 akan memperoleh jaminan atas perlindungan rumah hingga 18 Juni 2016. Apabila rumah saudara mengalami musibah seperti yang tertera pada polis asuransi sebelum tanggal 18 Juni 2015, maka anda akan memperoleh santunan. Namun apabila musibah tersebut menimpa rumah anda setelah tanggal 18 Juni 2015 dan anda tidak melakukan perpanjangan polis asuransi, maka saudara tidak akan memperoleh santunan dari pihak asuransi.

Mungkin sebagian dari saudara merasa sayang dengan pembayaran premi sebesar Rp 50 ribu apabila periode tersebut saudara tidak mengalami musibah. Namun saudara perlu memahami bahwa uang sebesar Rp 50 ribu per tahun tersebut tidak sebanding dengan santunan kerugian yang diberikan. Pada produk asuransi Rumahku, rasio santunan kerugian adalah 100x dari uang premi yang dibayarkan. Lebih lanjut, saudara juga perlu bersyukur apabila musibah tersebut tidak menimpa rumah saudara. Karena saudara memperoleh berkah perlindungan rumah dari Tuhan.

Semoga artikel ini bisa membantu saudara ataupun kenalan saudara untuk melakukan aksi minimalisir resiko kerugian finansial pada rumah ataupun usaha kita yang timbul akibat musibah. Asuransi mikro tersedia baik yang berjenis konvensional ataupun asuransi syariah. Untuk informasi lebih lengkap, saudara bisa mengunjungi website asuransi mikro Indonesia atau menanyakan pada Otoritas Jasa Keuangan. Ultimate Your Financial Goals!

 

Sumber: asuransi mikro Indonesia

Ikuti informasi Literasi Keuangan lainnya pada akun twitter saya @dhila_23

 

*Artikel ini pernah dipublikasikan pada media daring selasar.com

[1] Polis asuransi adalah dokumen yang memuat kontrak atau peraturan dari perusahaan asuransi.

[2] Uang pertanggungan adalah santunan kerugian dari perusahaan asuransi apabila pemilik asuransi mengalami kerugian.

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment