Pasar Modal Syariah
429 views

Apa Makna Overbought dan Oversold Dalam Perdagangan Saham Syariah

by on 03/10/2017
 

Pada perdagangan pasar Saham, pergerakan harga bergerak fluktuatif dan bergerak secara cepat terkadang harga saham pun bergerak secara dinamis.  Dimana harga saham tidak selalu bergerak naik terus menerus atau sebaliknya. Pada kondisi pasar tertentu harga yang telah naik atau turun terlalu jauh akan mengalami koreksi atau retracement, sebelum meneruskan pergerakan arah trend atau berbalik arah melewati titik support. Harga yang mengalami peningkatan dan mencapai level Resistance tertentu akan mengalami kondisi jenuh beli atau yang disebut overbought, dan harga yang turun hingga level support tertentu akan mengalami keadaan jenuh jual atau yang disebut  oversold.

Dalam trading istilah Overbought dan Oversold mungkin bagi sebagian trader istilah trading ini tidak lagi asing.  Namun bagi trader pemula tentu istilah ini belum sepenuhnya dipahami dengan benar. Apa itu overbought atau oversold dalam trading?

Overbought dan Oversold adalah merupakan istilah yang terdapat dalam trading dan merupakan sebuah gabungan dari dua kata, yakni Over artinya terlalu atau sangat, sedangkan bought adalah beli dan sold adalah jual. Dalam dunia trading, over diartikan dengan “Jenuh”. Sekarang kita akan membahas satu-satu pengertian dari istilah Overbought dan Oversold.

Overbought (OB) adalah suatu kondisi dimana pergerakan harga sudah mengalami jenuh beli. Jenuh beli yang dimaksud adalah, secara umum harga sudah ada di posisi tertinggi (Resistance)  di pasar, dan secara logika maka sangat logis apabila harga saham yang telah mencapai titik resistance tertinggi nantinya akan diturunkan.

Pada kondisi seperti ini, para pembeli biasanya terlihat menutup semua posisi buy dan menunggu momentum adanya demand/permintaan yang dirasa masuk akal yang akan dapat terpantau dari terbentuknya bid & offer yang terbentuk dalam chart grafik, harga akan bergerak turun setelah kondisi dirasa sudah overbought.

Hal tersebut dikarenakan pada pasar saat itu para pembeli sudah sedikit dan mereka melakukan aksi taking profit secara bersamaan. Jadi wajar saja jika pasar bergerak turun jika harga sudah overbought.

Bagaimana kondisi sebaliknya yaitu Oversold ?

Oversold (OS) merupakan kebalikan dari kondisi yang terjadi pada saat pasar mengalami Overbought. Oversold adalah suatu kondisi dimana harga sudah mengalami jenuh jual. Artinya harga sudah dirasa terlalu sangat murah dan harus dinaikan. Seperti halnya dengan kondisi overbought, maka oversold juga bisa mencerminkan kondisi pasar saat itu, yaitu para penjual sudah menurunkan harganya terlalu rendah kemudian datanglah para pembeli. Hal ini yang membuat harga bergerak naik setelah pasar sudah dirasa oversold.

Mengapa posisi oversold dan overbought terbentuk ?

Tiap kali indeks JII & ISSI bergerak naik atau turun, kita berkeyakinan bahwa ia sedang mengikuti valuasi wajarnya. Itulah yang sering kali diajarkan di buku-buku fundamental. Lain cerita dari segi teknikal, dimana naik turunnya indeks JII & ISSI dihubungkan dengan daya beli dan jual pelaku pasar terkait atas supplai dan demand. Seolah-olah segala sesuatu bergerak secara masuk akal dan tak ada yang perlu diperdebatkan di situ.

Sebagai Contoh :

jika valuasi sebuah saham ABCD berada pada harga Rp1500, dan harga bergerak naik dari harga Rp 1500 menuju Rp 2500, apakah kita cukup yakin bahwa harga akan bergerak naik lebih tinggi lagi? Jawabannya adalah Bisa ya bisa tidak. Kalau ternyata harga bergerak turun setelahnya, katakanlah tercapai harga Rp 2300, dimana letak kewajaran valuasi harga Rp 1500 sebelumnya? Kalau ternyata harga bergerak naik lebih tinggi, katakanlah Rp 2500, dimana letak kewajaran valuasi Rp 1500 sebelumnya? Jawabnya tentu sederhana, valuasi mengikuti kinerja emiten.

Ada banyak acuan dan indikator yang bisa menyebabkan kondisi harga tersebut sehingga membentuk overbought dan oversold ini. Dalam metatrader pun sudah tersedia beberapa indikator untuk melihat pasar dalam kondisi tersebut. Misalnya indikator RSI dan Stochastic. Dua indikator ini sangat mudah digunakan dan memberikan sinyal yang valid. Apabila terkonfirmasi dengan benar, maka keadaan overbought ataupun oversold merupakan peluang bagus untuk anda melakukan perdagangan saham sehingga dapat menghasilkan capital gain secara konsisten yang sering disebut oleh kalangan trader sebagai meraup Cuan.

Bagi rekan yang Masih bingung apa itu pasar modal syariah? Pengen investasi tapi bingung tidak tahu bagaimana caranya? Jangan bingung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menggelar Kopi Darat plus Seminar Investasi Syariah yang akan bikin kamu menjadi Generasi Melek Investasi.

Setidaknya ada 4 (Empat) keuntungan langsung yang bakal Kamu dapatkan dengan mengikuti kegiatan ini.

1.Langsung Berinvestasi

Ya, dengan mengikuti event ini, uang yang kamu bayarkan langsung bisa diinvestasikan ke Reksa Dana atau Saham Syariah pilihan Kamu sendiri.

2.Materi Pasar Modal Syariah

Materi Pasar Modal secara umum dan Pasar Modal Syariah secara khusus. Cara dan tips berinvestasi di reksa dana dan saham syariah

3.Networking

Bersilaturahim dengan peminat investasi syariah lainnya. Baik, pemula maupun yang sudah pengalaman & Tentu saja, makan bersama, gratis plus snack. Juga aneka souvenir dari para pendukung acara.

4.Gabung di Grup

Otomatis bergabung di grup Whatsapp Pasar Modal Syariah 05 dan mendapatkan update seputar keuangan syariah setiap hari.

Cara Pendaftaran???

Silahkan klik link tsb, dan ikuti prosedurnya… mudah sekali… selamat mencoba!!!…☺☺☺

YUK KE BOGOR!

Pada 28 Oktober 2017 ini untuk mengikuti
Kopi Darat Grup Pasar Modal Syariah dan Seminar Investasi Syariah.
Yang tinggal di Bogor, yuk merapat!

http://akucintakeuangansyariah.com/pages/seminar-investasi-syariah-bogor/

Akhir kata selamat mencoba, dan terus gali ilmu perdagangan saham untuk dapat meraih capital gain yang lebih besar lagi. Salam persaudaraan muslim dari kami komunitas aku cinta keuangan syariah.

Sukses selalu ya……

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment