Pasar Modal Syariah
352 views

Apa Itu Pengertian Market Bullish, Bearish dan Sideways ?

by on 20/10/2017
 

Bagi mereka yang sudah lama berdagang saham  tentunya sudah familiar dengan istilah Bullish, Bearish dan Sideways.

Lalu bagaimana dengan yang baru saja terjun ke dunia perdagangan saham.Pergerakan saham di pasar modal selalu naik turun. Tak ada yang mengetahui kapan harga saham suatu perusahaan akan naik atau turun. Namun, setidaknya seorang investor dapat memperkirakannya dengan membaca tren pergerakan saham. Lalu, bagaimana cara membaca tren saham?

Investor cukup menarik garis dari chart grafik yang tersedia, sehingga mengetahui arah harga saham sedang kemana. Setidaknya ada tiga macam tren pola harga, yaitu uptrend (kecenderungan untuk naik/bullish), downtrend (harga cendertung terus turun), dan sideways (harga bergerak bolak balik dalam range sempit, tidak naik atau turun, berarti harga cenderung datar).

Bullish diambil dari kata Bull yang berarti banteng. merupakan kondisi pasar  sedang mengalami kenaikan, berarti bull (banteng) atau pembeli sedang memainkan peranan. Saat Bull (banteng) atau pembeli sedang memegang kendali pasar maka saat itulah disebut sebagai bullish market.

Ciri-ciri Bullish adalah Terhubungnya antar titik tertinggi dengan titik tertinggi lainnya dimana berada jalur trendline yang disebut kanal tren naik bullish. Seperti yang kita lihat pada gambar di atas, telah ditambahkan sebuah trendline atas.

Trendline in menghubungkan beberapa titik harga tertinggi. Tren yang sedang terjadi adalah tren naik dimana harga semakin lama semakin tinggi. Dalam hal ini kita telah memiliki sebuah kanal tren naik (Bullish). Trendline atas bertindak sebagai resistance (daerah untuk titik tertinggi dimana untuk signal menjual saham) dan Trendline bawah bertindak sebagai support (daerah untuk titik terendah dimana merupakan signal untuk membeli saham).

Sehingga terbentuklah strategi perdagangan saham sebagai berikut  membeli ketika harga mendekati Trendline bawah (lingkaran kuning) dan menjual ketika harga mendekati Trendline atas (lingkaran kuning). Kita dapat terus melakukan transaksi saham selama pergerakan harganya tetap berada di dalam kanal trend naik (bullish). Jika kanal tertembus maka kita perlu menghentikan transaksi kita (entah jual rugi atau untung). Kita perlu membentuk kanal baru atau tetap sesuai jalur trend dengan melihat jalur perdagangan saham di keesokan harinya sebelum bertransaksi kembali.

Bearish diambil dari kata Bear yang berarti beruang, yaitu saat pasar sedang mengalami penurunan, berarti bear (penjual) sedang memegang kendali pasar, nah saat itulah market dikatakan bearish.

Ciri-ciri Bearish adalah Terhubungnya antar titik terendah dengan titik terendah lainnya dimana berada jalur trendline yang disebut kanal tren penurunan bearish. Seperti yang kita lihat pada gambar di atas, telah ditambahkan sebuah Trendline bawah. Trendline ini menghubungkan beberapa titik di harga terendah.

Tren yang sedang terjadi adalah tren turun (Bearish) dimana harga semakin lama semakin turun. Disini, kita telah memiliki sebuah kanal tren turun (Bearish). Trendline atas dapat dianggap sebagai resistance dan Trendline bawah dapat dianggap sebagai support.Seperti penerapan strategi jual beli dalam trend bullish, untuk trend bearish ini maka strategi yang kita lakukan adalah  pembelian di dekat support dan menjual di dekat resistance.

Daerah jual dan beli saya tandai dengan lingkaran berwarna kuning. Dengan begini, walaupun pergerakan harga saham sedang dalam tren turun (Bearish) kita masih dapat melakukan transaksi beli dan jual saham dengan keuntungan yang sangat signifikan. Dan jika pada akhirnya kanal tertembus, maka kita perlu berhenti sebentar, kemudian menggambar kanal yang baru lagi.

Sideways adalah kondisi dimana market sedang datar, dimana terdapat keraguan dalam pasar dimana posisi Bull (pembeli) dan bear (penjual) sama-sama kuat sehingga mengakibatkan harga datar.

Ciri-ciri Sideways adalah terbentunya gunung yang kecil dan lembah yang dangkal dengan candle hijau dan merahnya berbentuk pendek-pendek, pergerakan market stabil tidak juga terlalu naik tidak juga terlalu turun. Biasanya pada kondisi seperti ini sangat cocok untuk menggunakan robot trading sebab cepat mendapatkan profit.

Untuk gambar pada chart kali ini, telah terbentuk tren datar  berbentuk kanal dari semula. Telah terdapat Trendline atas sebagai titik resistance dan Trendline bawah sebagai titik support. Trendline atas (resistance) menghubungkan beberapa titik harga tertinggi.  sedangkan Trendline bawah (support) menghubungkan beberapa titik harga terendah.

Dalah hal ini, kita melakukan pembelian di area yang dekat dengan support (Trendline bawah) dan melakukan penjualan di area yang dekat dengan resistance (Trendline atas). Daerah beli ataupun jual saya tandai dengan lingkaran kuning. Dengan strategi ini, kita akan masih dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan walau dalam tren datar.

Perlu diingat, jika pada akhirnya kanal ini tertembus, baik itu menembus keatas atau disebut Breakout maka kita perlu berhenti sejenak perdagangan dan memantau jalur trend baru yang terbentuk apabila sudah terbentuk jalur trend baru maka langkah selanjutnya adalah menggambar kanal yang baru.

Banteng adalah pembeli, kebalikannya Bear(beruang) adalah penjual, saat jumlah pembeli lebih banyak dari penjual. dapat pula disimpulkan saat itu disebut Bullish market. dalam istilah forex pasar bullish sering pula disebut dengan UpTrend Market. Dimana currency dasar mengalami kenaikan nilai, sedangkan currency pasangannya mengalami penurunan nilai, sedangkan bearish market sering juga disebut sebagai DownTrend Market, dimana penjual sedang mengendalikan pasar. Jika keduanya sama kuat baik itu penjual dan pembeli sering juga di sebut dengan No Trend Market.

Itu saja yang dapat saya sampaikan mengenai sedikit penjelasan perihal Apa Itu Pengertian Market Bullish, Bearish dan Sideways ? semoga bisa di pahami dan salam sukses untuk kita semua.

 

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment