Bank Syariah
694 views

Aneka Gagasan untuk Keuangan Syariah

by on 19/10/2015
 

Aneka gagasan ditawarkan di iB Blogger Competition 2015. Baik untuk mendorong sosialisasi keuangan syariah maupun peningkatan performanya secara keseluruhan.

Tulisan ini tidak bisa memuat tiap gagasan yang ditawarkan. Namun beberapa di antaranya menurut hemat kami layak dimuat di sini.

Beberapa gagasan, baik yang baru maupun tidak begitu baru disampaikan. Misalnya, gagasan tentang sosialisasi keuangan syariah melalui khotbah jumat. Hal ini sebenarnya bukan baru, bahkan pernah dilakukan sebelumnya oleh Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES). Namun, tentu gagasan materi khotbah jumat yang kali ini telah diperbarui dan terutama disesuaikan dengan keadaan saat ini.

Gagasan yang kuat juga ditawarkan oleh Heru Purnomo, seorang blogger dari Yogyakarta dalam  Berbagai Bentuk Bisnis Internet Sebagai Media Sosialisasi Produk Keuangan Syariah. Gagasan Heru tentang bisnis afiliasi ini berhasil membawa artikelnya ke 15 besar yang dipilih oleh Dewan Juri, bahkan terus ke enam  besar. Namun, karena ditilik dari kebemanfaatannya secara langsung, maksudnya ketika dibaca oleh khalayak umum, artikel Heru ini kalah dibandingkan yang lain, yaitu yang tiga pemenang.

Namun, kami menaruh perhatian pada gagasan Heru. Meskipun pada saat ini, belum dapat diterapkan. Misalnya hingga menyediakan fitur membuka rekening secara online, sistem TI di bank syariah, menurut penilaian Dewan Juri belum tentu dapat memfasilitasinya.

Intinya, Heru menawarkan gagasan, sosialisasi bank syariah dilakukan melalui aneka pola bisnis internet, salah satunya bisnis afiliasi. Tidak hanya sosialisasi, bahkan menggiring orang untuk menjadi nasabah dengan membuka rekening secara daring misalnya.

Bicara soal pemanfaatan internet, menurut hemat kami ada yang lebih cocok untuk dieterapkan oleh bank syariah saat ini, yaitu digital marketing. Misalnya untuk kampanye-kampanye tertentu, promo produk, loyalty program, dan sebagainya. Digital marketing yang dimaksud, tidak perlu membawa leads hingga membuka rekening secara online, karena sistemnya belum siap. Tapi, cukup mengarahkan leads memberikan data-datanya ke pihak bank syariah. Data yang kemudian, misalnya, dapat digunakan oleh bank syariah untuk menghubungi leads tersebut, untuk membuat janji meeting, undang ke acara, menawarkan produk, dan sebagainya.

Memang, eksposur bank syariah di dunia internet belum begitu sekuat perbankan konvensional. Kalaupun ada bank syariah yang aktif di dunia maya, tidak semuanya.  Oleh karena itulah, situs ini adalah salah satu inisiatif untuk memancing suara-suara seputar keuangan syariah. Untuk terus membentuk aura keuangan syariah di internet. Setidaknya di situs ini.

Nah, sebenarnya situs ini pun dapat digunakan untuk keperluan digital marketing oleh bank syariah itu. Karena, pemosisiannya, namanya saja Aku Cinta Keuangan Syariah Dot Com.

Inspirasi lainnya datang dari seorang sarjana pendidikan, Rahmania Spd. Rahmania menggagas sebuah program Komunitas Guru Kreatif iB dalam artikelnya: Komunitas Guru Kreatif – iB, Terobosan Edukasi Keuangan Syariah. Gagasannya adalah untuk membantu sosialisasi keuangan syariah. Secara singkat, begini usulan Rahmania:

“Pertama, iB memberikan stimuluasi pada guru untuk menghasilkan media kreatif untuk pembelajaran di kelas dengan menggelar liga kreativias guru dalam Pengembangan media pembelajaran yang kreatif. Lomba di gelar bagi guru yang mengajar di tingkat SMP/MI dan SMA/MA. Bisa saja di fokuskan untuk guru mata pelajaran IPA. Kriteria media harus memenuhi standar proses pembelajaran yaitu bersifat interaktif, inspiratif, menantang, menyenangkan dan memotivasi peserta didik.

Kedua, setelah peserta mengumpulkan kreativitasnya, panitia iB melakukan penjurian sehingga di peroleh 5 besar. Kelima karya ini di pastikan original atau pengembangan baru terhadap media yang sudah ada sebelumnya. IB menfasilitasi guru untuk mendaftarkan karyanya di Hak Kekayaan Atas Intelektual (HAKI) sehingga karya mereka paten dan muncul rasa bangga terhadap kreativitasnya. Inilah yang menjadikan event ini eksklusif.

Tahap ketiga, iB mendanai produksi media pembelajaran terpilih. Media pembelajaran ini disiapkan untuk didistribusikan di sekolah sekitar yang belum memiliki sarana media pembelajaran yang memadai. Sekolah-sekolah yang menerima bantuan media pembelajaran dari iB diikutsertakan dalam forum pelatihan penggunaan media pembelajaran yang didalamnya bisa menjadi wadah bagi guru-guru untuk terus mengembangkan kreativitas media pembelajaran lain yang menunjang pendidikan di sekolah. Forum ini kemudian di wadahi dalam bentuk “Komunitas Guru Kreatif iB”.”

Gagasan lainnya, sosialisasi memanfaatkan kebijaksanaan lokal, seperti ditawarkan Maksum Muktie, seorang mahasiswa pascasarjana ekonomi syariah di Universitas Islam (UII), Yogyakarta dalam Sosialisasi Keuangan Syariah melalui “Kompolan”.

Yang jelas bukan hal baru, seakan menguatkan lagi perlunya gagasan ini dikaji lebih lanjut. Mengadopsi metode walisongo dalam menyosialisasikan keuangan syariah. Seperti ditawarkan Inda Chakim dalam “‘Songo’ Strategi Sosialisasi Perbankan Syariah

Nah, masih banyak lagi gagasan lainnya. Ingin tahu lebih banyak? Lihat saja artikel-artikelnya kategori Lomba Blog Keuangan Syariah.

Selain gagasan, iB Blogger juga menerbitkan inspirasi. Para peserta cukup piawai mengemas inspirasi dalam narasi. Mengenai inspirasi apa saja yang terekam pada lomba ini, dapat dibaca pada artikel berikutnya, Yang Inspiratif dari iB Blogger.

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment