Bank Syariah
9881 views

Akhirnya Mimpi Punya Rumah Sendiri Tercapai Melalui KPR Bank Syariah

by on 03/09/2015
 

Perkenalan saya dengan bank syariah itu sudah lama karena sebelumnya saya sudah pernah menggunakan produknya seperti menabung dan deposito tabungan, itupun sebatas hanya ingin menghindari bunga riba dan mendapatkan mudharabah bagi hasil setiap bulannya, tetapi untuk pengalaman yang sebenarnya bersentuhan langsung dengan bank syariah yaitu waktu mengajukan kredit pembiayaan rumah yaitu KPR dimana saya harus melakukan survey dan membandingkan KPR menggunakan bank syariah atau bank konvensional dan mantap menggunakan bank syariah karena bank syariah menggunakan akad murabahah (jual beli dengan margin) artinya kurang lebih yaitu sebenarnya pihak Bank membeli rumah yang saya inginkan dengan developer secara tunai kemudian menjual kembali ke saya dengan mengharapkan keuntungan, dimana pihak bank syariah menjual rumah ke saya dan pembayaran rumah serta margin (keuntungan bank) bisa dilakukan secara kredit.

Mempunyai Rumah sendiri bukan impian lagi bagi saya setelah KPR saya disetujui oleh salah satu Bank Syariah, proses memiliki rumah sendiri bukan hal yang mudah bagi saya, waktu yang lumayan panjang hampir 3 tahun setelah menikah, bukan waktu yang singkat, setelah menikah, saya dan suami memutuskan untuk memiliki rumah sendiri, tetapi ternyata tidak mudah, dikarenakan belum ada dana yang cukup, akhirnya mengumpulkan uang dan terkumpul cukup dana, kami memutuskan untuk membeli sebidang tanah saja, nanti kalau ada rejeki lagi baru membangun rumah, waktu itu tidak ada niat untuk mengajukan KPR rumah harga rumahnya mahal, belum ada bunga atau bank, dan biaya lain-lain, tetapi ternyata ada kendala, yang mempunyai tanah tidak jadi menjual tanah, akhirnya ditawarkan rumah lelangan bank, tetapi ternyata ada masalah dalam pengurusan surat-suratnya, akhirnya kami memutuskan untuk membeli rumah baru secara KPR, waktu itu belum memutuskan menggunakan bank konvensional atau bank syariah, karena bagi kami sama saja antara bank syariah atau bank konvensional, tetap mahal yang harus dibayarkan, padahal sudah tahu kalau bunga bank konvensial itu riba, tetapi masih berpikir secara ekonomis, bunga bank konvensional bisa dibawah 10 % pertahun, lebih murah angsuran perbulannya dibandingkan dari bank syariah.

Kami memutuskan membeli rumah di Daerah Depok, dikarenakan dekat dengan pekerjaan saya dan suami, serta rumah orang tua, mulailah kami survey-survey cari rumah, masih berpikir mencari rumah yang murah, tetapi saat survey rumahnya jauh sekali dari tempat bekerja, harus mengeluarkan ongkos ekstra buat transportasinya, sambil mencari rumah, kami juga Melakukan survey-survey ke Bank buat mengajukan KPR, baik syariah dan konvensional, kami bergerilya sendiri-sendiri, saya survey ke bank lain, suami juga survey ke bank lain, dan setelah Membandingkan bank satu dengan bank lain, kami memutuskan untuk menggunakan bank syariah alasannya :

  1. Angsurannya tetap sampai akhir
  2. Dapat rekomendasi dari teman-teman
  3. Googling mencari testimony yang sudah pernah mengajukan KPR di bank Syariah

Akhirnya saya mendapatkan rekomendasi bank syariah yang mau diajukan KPR, tetapi rumah masih belum dapat, masih mencari yang sesuai budget, harga juga masih bisa dijangkau, akhirnya bergerilyalah mencari rumah, sampai sempat putus asa, dikarenakan harga rumah sudah mahal-mahal, apalagi daerah Depok, refrensi mencari kebanyakan dari internet, melalui situs jual beli terbesar di Indonesia, sudah trauma beli rumah, informasi dari orang yang dikenal kebanyakan gagal, akhirnya ada yang sesuai budget, akhirnya dapat juga didaerah Tanah Baru, Depok, pertimbangannya membeli :

  1. Dekat dari tempat kerja saya dan suami jadi tidak banyak mengeluarkan ongkos transportasi
  2. Dekat sama dengan Pusat Pendidikan Seperti kampus UI, Gunadarma dsb
  3. Dekat dengan pusat kota Depok , pemerintahan Depok dan pusat perbelanjaan
  4. Rumahnya minimalis dan kualitas spek bangunannya bagus
  5. Dekat dengan Rencana pembangunan Tol, kalau buat investasi tidak rugi karena harga akan naik terus setiap tahun
  6. Kualitas air masih bagus, Udaranya masih bersih dan tidak banjir

Setelah rumah didapat kemudian membayar Booking Fee dan DP, mulai mengajukan persyaratan KPR dan bersyukur Alhamdulillah, Developer rumahnya bekerja sama dengan Bank Syariah yang memang saya inginkan dari dulu dan jika saya gagal di bank syariah yang satunya bisa mengajukan dibank Syariah yang lainnya, kami harus menunggu selama 5 bulan untuk proses akad kredit, selama 5 bulan itu perasaan campur aduk, dikarenakan waktu menyerahkan persyaratan KPR, margin ratenya dibawah 13 %, saat mau akad naik diatas 13 % p.a, kemudian juga khawatir ditolak pengajuan KPRnya, dapat rayuan dari teman yang kerja di Bank Konvensional, bahwa bunga KPR turun dibawah 10 % selama 5 tahun, sempat mau mengajukan kalau memang ditolak KPR nya sama Bank Syariah.

Akhirnya saya disuruh datang untuk interview sebelum proses akad kredit, sempat stress juga waktu mau interview sama pihak Bank, karena takut tidak disetujui apalagi ditanyakan mengenai SK Karyawan Tetap, tetapi saya jujur bilang tidak ada, yang ada surat keterangan karyawan tetap, saya jelaskan mengenai bidang usaha kantor saya tetapi akhirnya pihak bank menerima penjelasan saya, Sewaktu interview mau proses akad kredit, saya banyak ditanya terutama masalah pekerjaan dan kemampuan financial dalam membayar angsuran perbulannya, dan kebetulan juga saya banyak Tanya seperti biaya-biaya yang harus dikeluarkan, suratnya bagaimana sengketa atau tidak?, sertifikatnya SHM apa HGB?, ada penalty atau tidak saat pelunasan?, ada asuransi apa tidak? dan syukurlah pertanyaan itu terjawab semua dan menambah keyakinan saya untuk tetap mengajukan KPR di Bank Syariah itu dimana saya mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya dan tidak merugikan saya dikemudian hari dan pihak Bank menginformasikan kalau pengajuan KPR jika disetujui banyak faktornya antara lain :

  1. Melengkapi persyaratan pengajuan seperti Slip Gaji, Surat Keterangan bekerja dari perusahaan, Rekening koran, dll
  2. Kemampuan Membayar DP minimal 30 %
  3. Gaji, kemampuan financial untuk membayar angsuran perbulan
  4. Umur nasabah mendekati masa pension atau usia produktif
  5. Memiliki kredit lain seperti kredit kendaraan bermotor, Kartu Kredit atau tidak
  6. BI Checkingnya pembayarannya bagus atau pernah telat mengangsur
  7. pembayaran atau punya hutang yang belum lunas dalam mengambil kredit kendaraan,  kartu kredit dll
  8. Rekening Koran, kemampuan nasabah dalam mengelola uang
  9. Pekerjaan nasabah
  10. Lokasi Rumahnya dekat kuburan atau tidak,
  11. Lokasinya banjir atau tidak
  12. lebar jalan minimal harus 4 m dimana mobil pemadam kebakaran bisa masuk atau tidak
  13. dll

Akhirnya setelah menunggu 3 minggu akhirnya saya dipanggil untuk proses akad kredit, disana saya ketemu dengan pihak notaris, dijelaskan biaya-biaya yang harus dikeluarkan, tanah tidak dalam sengketa, serta kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi selama kredit berlangsung, Alhamdulillah saya tanda tangan dan syah memiliki rumah baru walaupun masih Kredit, ini pertimbangan saya memilih bank syariah ini dibandingkan yang lain selain yang saya sebutkan diatas yaitu yaitu :

  1. Angsurannya tetap sampai lunas walaupun memang Bank Syariah bunganya diawal-awal agak lebih besar dibandingkan dengan bank konvensional tetapi sudah jelas berapa yang harus dibayarkan setiap bulan, sedangkan bank konvensional bunganya fluktuatif, apalagi ekonomi sekarang yang tidak menentu kondisinya
  2. Gaji bisa joint Income antara suami istri
  3. Ada asuransi Joint Life, jadi apabila suami atau istri ada yang meninggal rumah dilunasi KPRnya sama pihak asuransi
  4. ada Asuransi kebakarannya
  5. Boleh dilunasi setelah 2 tahun tanpa dikenakan penalty dan jumlahnya juga jelas berapa yang harus dilunasi dan mendapatkan table matrik angsuran secara jelas dari awal sampai lunas

Yang harus dipertimbangkan dalam Pengajuan KPR gan :

  1. Siapkan DP minimal 30 % dari harga jual rumah
  2. Kemampuan financial dalam bayar angsuran, BI Checkingnya harus bagus
  3. Alokasi 30 % dari gaji buat bayar
  4. Kalau terjadi pembatalan sepihak dari konsumen, DPnya atau booking feenya dikembalikan 100 % atau tidak, jika tidak berapa persen yg dikembalikan atau tidak sama sekali.
  5. Lokasi rumah banjir apa tidak? , dekat kuburan apa tidak?
  6. Bertanya ke orang sekitar dilokasi rumah ada masalah atau tidak, tanahnya dalam sengketa, lokasinya bekas rawa atau pembuangan sawah, airnya bagaimana
  7. Surat – surat dalam sengketa apa tidak? SHM atau HGB
  8. Testimony orang-orang yang mengajukan KPR,
  9. Survey bank-bank yg mau mengajukan KPR cari perbandingan bunga atau margin, ada penalty apa tidak kalau pelunasan diawal, kalau bisa yang mempunyai table matrik angsuran yang jelas
  10. Siapkan biaya surat-surat biasanya 10 % dari plafon KPR, biaya BPHTB, pajak penjual atau pembeli,biaya notaries, asuransi, dll, kalau memang tidak bebas biaya suat-surat dari developer
  11. Mengajukan KPR jangan hanya 1 tempat, kalau 1 tidak disetujui, kemungkinan dibank  lain bisa disetujui

Itu sedikit pengalaman saya dan suami selama mencari rumah dan kami harus bekerja keras untuk melunasi angsuran, semoga bisa melunasi sebelum waktunya, kami berpikir tidak masalah bersusah-susah dahulu diawal, karena harga rumah akan naik terus, tetapi angsuran rumah perbulan tetap, jadi bisa memprediksikan diawal kemamupuan financial dalam membeli rumah dan sebenarnya mau ambil KPR banyak keuntungannya, bagi yang belum bisa membeli rumah secara tunai, kita bisa menempati rumah dulu padahal rumah belum lunas, ada Asuransi jiwa dan kebakaran, dll, semoga bermanfaat Informasinya.

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment