Bank Syariah
101 views

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Akan Menurunkan Porsi Penempatan Dana Haji Di LKS

by on 10/10/2017
 

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berencana menurunkan porsi penempatan dana haji di lembaga perbankan syariah.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Badan Pelaksana BPKH – Anggito Abimanyu dalam acara “Dialog Bersama Badan Pengelola Keuangan Haji” di sela-sela Islamic Tourism Expo 2017 di Kota Kasablanca, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

“Porsi penempatan dana haji di bank syariah, sebesar 65% akan berkurang secara bertahap menjadi 35% pada tahun 2022. Penempatan dana haji akan didiversifikasi agar target nilai manfaat pun bisa optimal,” jelas Anggito.

Karena itu, lanjut Anggito, bank-bank syariah harus melakukan inovasi produk agar bisa tetap mendapatkan penampungan dana haji.

“Dana haji di bank syariah akan berkurang, karena itu bank-bank syariah harus melakukan inovasi produk,” harap Anggito, seraya menjelaskan bahwa pada tahun 2018 penempatan dana haji di bank syariah adalah sebesar 65% yang ditempatkan pada produk deposito di bank syariah 55%. Sementara itu sisanya ditempatkan pada Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) sebesar 35%, Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) 5%, sukuk korporasi 5%, dan penyertaan/investasi langsung 0%.

Namun mulai tahun 2019 sampai 2022, menurut Anggito, penempatan dana haji ini akan terus berubah dalam rangka mengejar nilai manfaat yang lebih optimal.

Pada tahun 2019, penempatan dana di deposito bank syariah menjadi 50%,  Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) 30%, Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) 5%, sukuk korporasi 5%, dan penyertaan/investasi langsung 10%.

Sementara itu pada tahun 2020, penempatan dana di deposito bank syariah menjadi 50%,   Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) 20%, Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) 10%, sukuk korporasi 5%, dan penyertaan/investasi langsung 15%.

Berikutnya pada tahun 2021, penempatan dana di deposito bank syariah menjadi  35%,  Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) 30%, Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) 10%, sukuk korporasi 7,5%, dan penyertaan/investasi langsung 17,5%.

Dan pada tahun 2022, penempatan dana di deposito bank syariah menjadi 30%, Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) 30%, Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) 10%, sukuk korporasi 10%, dan penyertaan/investasi langsung 20%.

Anggito menambahkan, pada tahun 2018 BPKH akan mulai menjajaki investasi langsung. dimana penempatan model  ini berpotensi memberikan imbal hasil yang paling optimal yaitu 12,5% dan resiko yang kecil dikarenakan dijamin oleh pemerintah.

“Ada beberapa (mekanisme investasi langsung), tapi belum kami sampaikan ke publik. Contohnya kami sedang bekerja sama dengan Bappenas, mungkin saja (dana haji dapat diinvestasikan) untuk proyek PINA, proyek infrastruktur non-APBN,” kata Anggito.

Penempatan dana melalui investasi langsung diperbolehkan dalam Undang-undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dana Haji. Saat ini, dana haji sudah terkumpul sekitar Rp 100 triliun dan diperkirakan akan bertambah menjadi Rp 101,6 triliun hingga akhir tahun.” demikian Anggito Abimanyu, Koordinator Badan Pelaksana BPKH.

Anggito Abimanyu menjelaskan, penempatan dana melalui investasi langsung sekaligus untuk mencari nilai pengembalian yang nantinya dapat dipergunakan jemaah haji.Adapun besaran dana yang akan dipakai untuk investasi langsung sebesar 10 persen dari total dana haji yang pada tahun 2019 diperkirakan mencapai Rp 121,1 triliun.

“Harus ada rasionalisasi biaya haji, nilai manfaat harus naik, itulah yang diupayakan. Bagaimana caranya? Kerja sama dengan lembaga keuangan dan mencari investasi langsung,” kata Anggito, dalam sosialisasi BPKH, di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2017).

 

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment